menikah muda..

Saya nemu artikel yang bagus looh…Langsung posting dehh…

Kenapa saya posting bginian?? karna dulu waktu masih kuliah saya pernah punya mimpi “nikah muda”, hehehehehe,, Sekarang di umur saya yang sudah tidak muda (halahh,,) saya jadi bersyukur menemukan artikel ini sebelum menikah. Skalian share buat temen2 yang akan, ingin, atau sudah menikah muda.

Owkay,,Happpy readiiiing,,

Bagi anda yang ingin menikah muda, ada beberapa hal yang perlu dipenuhi oleh calon pengantin dalam menjalani kehidupan pernikahan.

1. Sudah memiliki beberapa kematangan, seperti:
*Kematangan fisik. Biasanya pada umur 20-an fisik perempuan sudah matang. Tanda paling mudah untuk dilihat adalah mens pada perempuan.
*Kematangan emosional, yang dilihat dari sisi kepribadian. Kepribadian orang tersebut sudah tidak lagi kekanak-kanakan, tapi sudah dewasa. Contoh sikap kekanak-kanakan adalah belum bisa mencari uang sendiri, belum bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri, atau lebih mementingkan dirinya sendiri.
*Kematangan sosial, yaitu kemampuan dalam membangun dan membina hubungan dengan orang lain. Anda mampu berhubungan dengan orang-orang di sekitar Anda, seperti dengan dokter dan tetangga.
*Kematangan moral, yaitu kemampuan untuk mengajarkan masalah spiritual kepada anaknya. Hal ini penting bagi seorang ibu untuk mendidik anaknya.
*Kematangan kognitif/pengetahuan, yaitu banyaknya pengetahuan yang dimiliki seseorang untuk diajarkan kepada anaknya. Calon pengantin harus tahu apa risikonya jika orangtua tidak tahu apa yang harus diajarkan kepada anaknya. Bagaimana mendidik seorang anak, jika orangtuanya sendiri tidak terdidik?

2. Mengetahui alasan sebenarnya mengapa Anda ingin menikah
Di Indonesia, ada dua alasan besar mengapa orang menikah muda. Pertama adalah marriage by accident, dan yang kedua adalah karena mereka telah memiliki rencana-rencana jangka panjang, misalnya mereka menginginkan anak yang umurnya tidak terlalu jauh atau jika mereka sudah memasuki usia pensiun, anaknya sudah dewasa.

Jika Anda masuk dalam kategori pertama, yang bisa Anda lakukan supaya pernikahan Anda berhasil adalah Anda harus bisa menjadi orang yang dewasa, berkembang, dan matang. Hal ini bisa terjadi jika Anda mau membuat keputusan untuk menjadi dewasa. Tanpa keputusan, semua hal itu tidak akan bisa terjadi. Jika Anda sudah mengambil keputusan, mulailah untuk membuat rencana tentang pernikahan Anda dan kemudian belajar melalui buku-buku. Saat ini sudah banyak buku-buku mengenai merawat bayi, self improvement, dan sebagainya. Sedangkan jika Anda masuk ke bagian kedua, lanjutkanlah rencana Anda itu dan jalankan apa yang sudah Anda rencanakan.

3. Anda sudah mampu untuk membiayai kehidupan Anda sendiri, dan membiayai kehidupan keluarga. Pernikahan membutuhkan uang untuk membayar pengeluaran rumah tangga, apalagi jika sudah memiliki anak. Anda harus memikirkan berbagai biaya, seperti untuk membeli susu, makan, dan sekolah anak. Jika Anda sudah mampu, hal ini menjadi salah satu tanda Anda sudah dewasa dan siap untuk menikah.

4. Bisa menahan ego.

Untuk Anda ketahui, masalah atau konflik yang biasa dialami bagi pasangan yang menikah di usia muda adalah masalah ego, di mana seseorang masih mementingkan dirinya sendiri. Jika Anda dan pasangan Anda sama-sama masih memiliki ego yang tinggi, kemungkinan akan timbul konflik cukup besar karena dari kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah. Jika hanya salah satu pasangan yang tidak bisa menahan ego, masalah bagi pihak yang sudah bisa menahan adalah apakah Anda mampu untuk menghadapi orang yang egonya masih cukup besar seumur hidup Anda?

5. Kita mengetahui siapa diri kita dan pasangan kita.

Maksudnya adalah kita mengenal kepribadian kita dan pasangan. Apakah dia orangnya pemarah? Apakah saya bisa menghadapi orang pemarah? Apakah dia masih kekanak-kanakan? Apakah saya masih moody? Hal ini penting untuk diketahui supaya kita bisa menerima pasangan Anda sebelumnya, sehingga Anda tidak merasa dibohongi di kemudian hari hanya karena Anda belum mengenal diri Anda sendiri dan pasangan secara lebih mendalam.

6. Membuat komitmen di awal pernikahan.

Biasanya disebut perjanjian pra nikah. Tetapi sebaiknya yang menjadi perjanjian jangan hanya masalah keuangan, tetapi juga masalah-masalah lain. Contohnya, komitmen masalah anak dan cara mengurusnya, karena dalam mengurus anak kedua orangtua harus seia sekata. Kemudian, masalah apakah istri boleh bekerja atau hanya boleh di rumah. Jangan karena masalah-masalah yang seharusnya bisa diminimalisasi di awal pernikahan menjadi masalah besar belakangan karena belum ada komitmen.

**dikutip dari Kompas.com

4 thoughts on “menikah muda..

  1. exactly!

    tapi gw masih dilema nih landutzz…sama poin “bisa membiayai diri dan keluarganya”..how can i make money while taking care of my child(ren)?. kayaknya jadi PNS atau kerja2 ringan solusi terbaik..

    perhaps.

    i havent decided yet..

    • iya mit,,emang kayanya paling “pas” buat kita kaum wanita adalah kerjaan PNS ato dosen gitu,,anak ke handle, kerjaan juga beres,,

      let us pray darl,,

    • diah!!kmana ajaaaa,,,ktanya mu nongton bareng,,dasar dirimu tak berkabar,,

      undangan apa dee? menikah muda??secarra uda ga muda gw ini,,hiks,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s