kemana kepala kambingnya?

Masih tentang perjalanan ke Ciamis kemaren, pas perjalanan pulang ke Jakarta, saya, Kramat, dan Jati dengerin radio dalam upaya menghindari ngantuk. Sebisa mungkin kita bertiga ga tidur, saling nemenin ceritanya. Kesian juga soalnya kalo saya ato Kramat tidur, si Jati yang jadi sopir pasti pengen tidur juga. Segala daya kami kerahkan buat ngilangin ngantuk. Mulai dari becanda2 garing, tebak2an ga penting, ngayal2 ga jelas, ngomongin orang (ups), minum kopi, teriak2, ngetawain nama2 band baru, ngoceh tentang tulisan2 di blakang truk yang biasanya lucu2, perang bantal, ah pokonya semuanya. Kalo uda mulai sepi, biasanya saya tiba2 teriak WAAAAAAAAAAAAA gitu. Dijamin pada kaget dan langsung ngomel2,hihi..

 

Naah salah satu upaya biar tetap terjaga sepanjang masa ini adalah dengerin radio kenceng2. Sampai tibalah kita di satu frekuensi radio yang lagi mengadakan tebak2an. Berhubung radio Bandung sementara kita ada di menuju Gerbang Tol Padalarang, suaranya aga2 kresek kresek gitu, tapi mayan lah sambil nungguin macet jadi ada bahasan. Cerita tebak2annya gini:

 

Pak Haji Dadeng, seorang warga masyarakat di suatu kampung merayakan Idul Adha dengan berkurban seekor kambing. Beliau sudah berpesan pada Mang Ajun sang penjagal jika sudah selesai menyembelih untuk menyimpan satu kepala kambing karena Pak Haji Dadeng ingin menyimpannya di rumah. Tiba hari-H penyembelihan, Mang Ajun si tukang jagal panik mendapati kepala kambing yang dia simpan untuk Pak Haji tidak ada. Pak Haji Dadeng pun kecewa begitu mendapat laporan dari  Mang Ajun bahwa kepala kambing yang dia pesan tidak ada. Pertanyaannya adalah, siapakah yang mengambil kepala kambing pesanan Pak Haji Dadeng? Ada beberapa orang yang dicurigai sebagai orang yang mengambil kepala kambing dengan motif yang berbeda, yaitu:

1. Mang Ajun si penjagal. Dicurigai karena pas melaporkan hilangnya kepala kambing, Mang Ajun hanya minta maaf sekenanya, tidak terlihat terlalu menyesal

2. Oneng, salah seorang warga desa yang menderita keterbelakangan mental dan memiliki kebiasaan mengambil barang yang bukan miliknya, tapi tidak untuk digunakan sendiri  (sejenis kleptomania)

3. Mang Seseorang (saya lupa namanya), seorang penjual sop yang terkenal karena sop buatannya lezat. Pada hari H, Mang Seseorang ini memaksa meminta kepala kambing kepada Mang Ajun karena butuh untuk racikan sopnya biar makin lezat.

4. Ibu Esmeralda Santiago, istri Pak Haji Dadeng. Dicurigai karena Ibu Esmeralda ini terkenal jago dan hobi meracik kepala kambing menjadi santapan yang lezat.


Kami bertiga (saya, Kramat, dan Jati) ikutan nebak. Masing-masing punya tebakan sendiri dan beda-beda. Saya “menuduh” Pak Haji Dadeng sendiri yang ambil, tapi karna pengen dapet lebih dia ngaku2 blom dapet kepala kambing. Kramat jagoin Mang Ajun sebagai tersangka utama pencurian kepala kambing. Sementara si Jati nuduh Ibu Esmeralda Santiago, karna menurut dia nama Esmeralda Santiago kebagusan dibandingin tersangka lain yang namanya berbau “kampung”,hehehe..(ga logis pisan alesannya)..

 

Karna masih macet, kita pun masih semangat ngikutin siaran radio yang satu ini sambil terus nungguin jawaban sebenernya si -tebak2an yang sebenernya gapenting ini-. Dan karna masih macet pula, sinyal radionya masih ketangkep dengan lumayan jelas. Waktu berlalu tapi gada tanda2 si tebakan akan segera terpecahkan. Siaran radio malah muterin lagu-lagu dari band pendatang baru bernama aneh (seriously, makin kesini nama band makin aneh!), macam Pangeran Band, ELPIJI Band (bayangkan!), Armada Band, ah pokonya saking banyaknya kita ampe lupa.

 

Setelah belasan lagu dan ratusan iklan diputer, tibalah saatnya jawaban dan bahasan si -tebakan ga penting- ini. Semua masih megang jagoannya masing-masing. Sebenernya kita uda deg-degan takut ga keburu denger jawabannya karna uda mau keluar banget dari pintu tol, means sinyal radionya juga nyaris ilang. Kita yang pada heboh tereak-tereak “aah,bacot aja ni penyiar,cepetan jawabannyaaaa”. Sampai si penyiarnya panas kuping kali ya, dia pun ngomong “jawabannyaaaa….kresek kresek kresek..kresek kresek..kambingnya..haji dadeng..esmeral,,kresek kresek kresek..oneng..tuuuuuuuuut”. Aaaaarghhh,,sial! Keburu ga macet lagi, keburu masuk tol, keburu ilang sinyalnya. Sial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s