.doh.

.doh.

Barusan diajakin ngobrol tentang yang harusnya uda saya kuasain begitu tau bakal ditempatin di mari. Apa mau dikata, kapasitas otak yang terbatas bikin saya tambah malas ngubek-ngubek memori perbataswilayahan. Ohmaygaad. Barusan cuman cengo sambil sesekali manggut-manggut tanda ngantuk dan ga ngerti. Mana besok uda ada si bos. Mana buku-buku masih di kampung halaman. Pindah kemari jelas yang dipikirin duluan adalah baju, sepatu, tipi, dan prikitilan khas cewe,  buku mah belakangan. Tapi sekarang kayanya si buku lebih penting dari segala apapun yang ada di dunia. Gimme gimme pleaseeee.,,

.doh.

2 thoughts on “.doh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s