Kia dan Talasemia

source from: http://prodia.co.id/penyakit-dan-diagnosa/thalassemia 

Apa itu Thalassemia ?

Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan / diwariskan, karena adanya kelainan genetik yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam sintesis atau produksi rantai globin. Akibatnya, produksi hemoglobin berkurang, kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari usia sel darah merah normal (<120 hari), sehingga penderita akan mengalami gejala anemia / kurang darah.

 Apa Penyebab Thalassemia ?

Adanya kelainan/perubahan/mutasi pada gen globin alfa atau gen globin beta, sehingga produksi rantai globin tersebut berkurang dan sel darah merah mudah sekali rusak.

Cara Mencegah Thalassemia

  • Mencegah perkawinan antara dua orang pembawa sifat thalassemia
  • Memeriksa janin yang dikandung oleh pasangan pembawa sifat thalassemia, dan menghentikan kehamilan bila janin dinyatakan sebagai penderita thalassemia mayor

 

Waktu pertama ketauan hamil jaman di SG, dokter di KK Hospital nyaranin saya dan abang untuk screening dan ceklab berbagai macam tes kesehatan, salah satunya adalah si thalassemia ini. Hasilnya adalah,,,,,abang negatif thalasemia, dan saya sebagai si pemangku kewajiban pembawa janin kemana-mana positif talasemia minor. Dulu sih ga begitu aware secara kasus talasemia masih jarang banget. Setelah googling dan konsul dokter, insyaallah aman buat si janin, dan kalopun sampe kena, paling banter adalah talasemia minor nurun dari saya. Waktu itu baru ngeh kenapa tiap ceklab, hasil Hb saya jumlahnya selalu di bawah rata-rata, dan gampangan pusing-pusing. usut punya usut ternyata ane funya talasemia.

Begitu Kia lahir, si talasemia agak terlupakan, sampe pas Kia sakit dan beberapa kali ceklab, hasilnya adalah Hb-nya selalu dibawah rata-rata, sama sekali ga pernah normal. Analisa dokter macem-macem dan mengerikan. Sampe ujungnya dr Yulia (dsa-nya Kia di Hermina Bandung) nyaranin Kia cek talasemia yang ternyata mahal naujubilah plus ga dicover inhealth abang, hehe. Hasilnya? Kia positif talasemia minor. Alhamdulillah bukan mayor. Kalo ga salah, kalo sampe kena mayor harus transfusi darah seminggu sekali plus ketahanan hidupnya cuman 21 tahun sahaja. Seram!

As written before, talasemia ini gabisa diapa-apain secara penyakit turunan (iya saya penyakitan, hiks). tanya-tanya mumunda apa treatment yang beliau lakukan sampe saya bisa bertahan hidup sampe sekarang, sehat walafiat, gemah ripah loh jinawi. Kata mum sih makan bergizi aja dan banyakin makanan yang bisa nambah darah. Oke, noted mum! Selain makanan, hal lain dan utama yang dilakukan adalah berdoa kepada tuhan yang maha esa pastinya.

namapun orangtua, tau anaknnya punya penyakit sesuatu pasti worry worry dindy laya. Tapi ngeliat perkembangan Kia normal, anaknya enerjik ceria aktif dan cerewet (which is ternyata ga cuman talasemia yang nurun, sifatnya juga sangat ibunya sekali), alhamdulillah kuatirnya masih dalam tahap wajar. Semoga kiachan anak ibu sehat terus, dan satu pesen ibu paling penting selain jaga solat adalah: cari suami yang ga talasemia ya, nak. Agar supaya keturunanmu kelak sehat ga mengidap talasemia minor, apalagi mayor. nanti ibu bapak bantu screening setiap cowo yang deketin Kia yaa. It’s for your own good loooh.

beberapa poin yang bisa diambil dari ketauannya Kia punya talasemia adalah:

1. Screening mendalam buat para pria yang serius ngedeketin Kia untuk dijadiin calon istri, dipastikan ga mengidap talasemia. Cinta urusan nomer dua, yang penting sehat dan soleh. eh cinta juga deng.

2. saya ga salah pilih abang jadi suami. kebayang kalo nikahnya ga sama doi dan ternyata pengidap talasemia juga. Satu, bisa-bisa anak kami talasemia mayor. Dua, bisa-bisa anaknya ga selucu Kia

3. abang ga bisa dibilang salah pilih istri. Alesannya sih cuman satu. Kalo ga nikah sama saya, ga ada jaminan anaknya bakal selucu Kia.

yaah, kaya dibilang nenek di bawah ini. Ambil hikmahnya aja

2 thoughts on “Kia dan Talasemia

  1. Info yg bagus nih, dan akhirnya gw baca jg nih belog. Mau tanya nih landutz, bagaimana dengan seseorang yang hb nya diatas rata2. Dokter pernah blg itu aneh, karena rata2 orang asia tidak setinggi itu. Apakah ada indikasi mengenai apa, dan pengaruh hb itu dimana aja? Apakah hb secara genetik akan menurun baik yg tinggi ataupun yg rendah? Trims ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s