Ina Geoportal #1

Ini nih salah satu yang bikin mandek ngeblog, jualan Ina Geoportal! haha. iyaa, jualan. Tapi keren dong jualannya ke kementerian-kementerian *belagu. Kayanya saya lebih bakat jadi marketing deh daripada ngurusin hal-hal bau teknis, duh ilmu geodesi aja udah hilang melayang terbang bersamamu dan gapai mentari, lebih seneng ketemu orang dan arrange meeting-meetingan gitu *mental EO sama mental babu itu tipiss.

Tulisan ini dimunculkan atas dasar rasa prihatin terhadap kondisi bangsa yang belum mengenal yang namanya Ina Geoportal (ahiw), yah angap aja iklan, kan kalo bukan kita yang ngiklan, siapa lagi, dan kalo bukan sekarang, kapan lagi? Note: tulisan ini akan panjang dan berbau teknis serta spasial sekali, jadi kalo di tengah-tengah baca tiba-tiba merasa mual dan gagal paham, don’t say that I didn’t warn you before.

Jadi begini (tukan, tiap tulisan itu pasti diawali dengan kata jadi), pada tau peta kan? Tau fungsinya juga kan? Nah, sebelum masuk geodesi dan masuk kantor sekarang, wawasan saya tentang peta itu cuman seujung kuku Kia alias minim sekali. Dan dari dulu (sampe sekarang sih) saya ga pernah bisa baca peta, haha.. orang spasial yang buta spasial. Posisi yang paling saya hapal mati cuman letak pulau-pulau besar Indonesia. Selat? Laut? Kabupaten? Lewaaat. Nah abaikan tentang saya, mari balik ke peta. Setelah kuliah dan kerja, saya mulai rada (catet ya, RADA) paham peta dan fungsinya. Ternyata fungsinya ini krusial, mameen. Apa-apa pasti perlu peta. Mulai dari yang simpel. Misal mau janjian sama temen, ato kentjan sama abang, passti ada poin “dimana”, kan? Selain tentunya setelah “dimana” adalah “ngapain”😀. Nah, ngomong “dimana” aja itu udah spasial banget loh. Jadi secara ga sadar kita itu udah punya feel spasial, tinggal diasah aja. Beranjak ke hal agak serius, misal beli rumah, pasti hal pertama yang diomongin adalah “dimana”, baru “harga berapa?” ato tipe berapa. Nah, “dimana” ini menunjukkan posisi/lokasi satu objek di muka bumi, yang secara matematis dinyatakan dalam koordinat (x,y atau lintang, bujur) dan dinamakan aspek spasial atau keruangan. Oke, udah mulai pusing dan mual-mual? Tahan dulu, masih ada lanjutannya. Fungsi peta ini serius kepake dimana-mana, pengusaha (misal utk nyari lokasi bisnis baru), mahasiswa (buat nyari rumah dosen ato kosan kecengan), ibu-ibu (buat nyari lokasi pasar dan mal terdekta), bapak-bapak (buat nyari bengkel ato tempat cukur ato pom bensin), bahkan para pengambil keputusan (buat nentuin batas wilayah, pertahanan keamanan, tau sebaran penduduk miskin, dst dst) semuanya butuh peta.

Mengingat fungsi peta yang super penting dan ternyata kepake banget sampe ke kancah kenegaraan, timbullah Peraturan Presiden Nomor 85/2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional? (update: udah terbit Perpres 27/2014 sebagai ganti Perpres ini). Apa tuh? Yaitu…euu apa ya? Ya gitulaah, hehe. Kita singkat JDSN aja ya. Jadi JDSN ini simpelnya sih upaya untuk menyatukan instansi-instansi yang bikin peta sesuai tugasnya, melalui satu jaringan tak kasat mata agar supaya data-data yang diproduksi tersebut dapat diakses secara luas, secara mudah, dan keaslian/keakuratan/kualitas datanya dapat dipertanggungjawabkan oleh masing-masing instansi. Selama ini kita tau kan ya kadang beredar peta-peta krusial tapi anonym, jadi ketika kita tanya kualitasnya, ga ada yang bisa jawab, apalagi peta-peta buatan G*amedia atau G*nung A*ung

One Map Policy atau Kebijakan Satu Peta, apaan lagi nih? Katanya sih kebijakan ini muncul ketika Bpk Presiden lagi rapat terus minta informasi tentang wilayah hutan di Indonesia, disodorin dua peta dari dua instansi yang berbeda, dan….(parahnya) data hutannya beda juga, baik secara konten maupun batas, atau referensinya. Gosipnya, beliau bête dan menginstruksikan agar peta yang dipake itu adalah peta-peta yang referensinya sama, jadi ketika ditumpang tindih alias overlay, ga ada perbedaan macam sebelumnya itu. Mulai berkunang-kunang baca ini? Jangan dulu, masih ada cerita seru lainnya. Nah, kantor ane sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas peredaran peta dasar (basemap) kemudian juga punya tugas menjadi integrator si kementerian-kementerian, lembaga, dan pemda yang bikin macem-macem peta tadi untuk kemudian ditampilkan dalam satu portal nasional yang gampang diakses. Tentunya peta yang tampil harus sudah memenuhi kaidah pemetaan yang baik dan sudah berstandar baik dalam hal akuisisi, proses pengelolaan data, sampai penyebarluasan agar bisa dinikmati publik.

Gampangnya, gini nih: kita bisa dapet informasi peta apa aja yang udah dibuat setiap instansi, plus keterangan di petanya, untuk berbagai macam kepentingan, lewat portal ini. Portal ini sendiri bisa diakses di tanahair.indonesia.go.id. Lalu eksplore deh sesuka hati, dijamin akan sangat menyenangkan, ga kalah seru dari maen candy crush atau pokopang sekalipun.

Nih contohnya :

proudly presents : Ina Geoportal

proudly presents : Ina Geoportal

Seru kan seru kan, kita bisa liat berbagai data dari macem-macem instansi. Emang sih yang dishare disini servicenya, tapi tetep loh kita bisa tampilkan datanya bahkan overlay antar data dari berbagai instansi. Uyeaaah kan? Untuk lebih lengkapnya, siapapun yang mau dapet juknisnya, feel free to contact me yess.

errr, koneksi di kantor lagi agak weh weh weh, jadi nyambung ke part dua aja yaa (yang entah kapan akan ditayangkan). untuk sementara silakan tulisan ini dibaca, diresapi, dpahami, tapi jangan dilupakan begitu saja karna pasti (walopun ga sekarang, bisa nanti-nanti) bisa membawa kemaslahatan bagi siapapun yang membacanya. aamiin..

Enjoy your tour with ina geoportal!

2 thoughts on “Ina Geoportal #1

  1. waw menarik!. *lirik peta d sebelah meja, keluaran Dirjen Migas, InametaMap cenah* seru kalau memang bisa interaktif dan diakses publik begini…

    sudah ngintip ke link nya, di basemap atlas NKRI tapi kok belum update ya, belum ada Kaltara ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s